Categories
Informasi Japan Wisata

Melihat purnama Tokyo dan Menapak tilaskan kaki di Hitachi Seaside Park Jepang

Beberapa waktu lalu ,Saya dan suami menyempatkan diri untuk merefleksikan tubuh dan pikiran dengan menjelajahi dunia ” luar ” ,yaitu menjelajah ke tempat wisata tokyo dan ibaraki

Dunia luar yang saya maksud disini adalah ,dunia yang tidak melulu soal kerja ,beres-beres rumah ,belanja kebutuhan pokok ,menonton televisi dan lain-lain .

Nggak sampai ke luar negeri juga ,cuma ke tempat-tempat wisata di tokyo dan ibaraki.

Rasa penat yang menumpuk di sudut kecil drama keluarga kami ,kami memutuskan mencari tempat wisata tokyo dan ibaraki  yang belum pernah kami kunjungi selama kami di jepang ,dan tentu nya dengan budget yang sesuai dengan isi tabungan kami .

Cukup banyak memang ,tempat wisata tokyo dan ibaraki yang belum pernah kami kunjungi di belahan negara jepang ini ,maklum selain sibuk bekerja ,dana khusus untuk berwisata kami pun tak naik-naik entah ada saja keperluan yang mengaharuskan kami membuka sedikit celah isi dompet .

Pilihan destinasi kami jatuh pada Hitachi Seaside Park ,kota yang terletak di bagian atas wilayah jepang hanya 2 jam saja jika perjalanan di tempuh dari ibu kota jepang tokyo .

Namun ,sayang nya pemberangkatan kami bukan dari tokyo melainkan dari nagoya ,yang kira-kira memakan waktu kurang lebih 6 jam dengan transportasi kereta cepat jepang atau shinkansen .

Karena bus menuju Taman hitachi seaside ada di tokyo jadi dari nagoya kami transit dulu ke tokyo ,baru meluncur ke ibaraki menggunakan ibaraki kankou bus atau bis wisata ibaraki .

Karena kami sudah pasti akan mengunjungi tokyo ,jadi sambil menyelam minum coca cola ,kami terlebih dahulu mengunjungi kantor kedutaan besar republik indonesia (red KBRI ) untuk membuat pasport si kecil .

Perjalanan kami lakukan pada hari jumat pukul 6 pagi dan tiba di tokyo kurang lebih pukul 9 pagi ,Karena membuat pasport selesai pada jam 12 dan suami harus juga melaksanakan ibadah shalat jumat ,belum lagi perjalanan tokyo – ibaraki memakan waktu 2 jam jadi kami memutuskan untuk menginap di salah satu hotel di tokyo .

Setelah berdiskusi panjang dengan suami ,akhirnya kami memilih hotel di dekat sky tree tokyo dan asakusa temple sensoji ,maklum meski sudah beberapa kali mengunjungi tokyo namun asakusa temple sensoji belum pernah saya kunjungi sekalipun .

Dengan modal rengekan manja kepada suami ,akhirnya suami pun mengangguk saja ,yang padahal ia sudah pernah menginjakan kaki nya di sana.

Letak asakusa temple dan tokyo sky tree hanya berjarak 7 menit perjalanan menggunakan taksi ,jadi saya memilih hotel di tengah-tengah antara asakusa dan tokyo sky tree .

Harapan nya setelah pulang dari KBRI ,saya akan mengunjungi asakusa dan malam nya ingin melihat keindahan purnama di atas menara sky tree ,meski sudah beberapa kali memanjakan mata dengan keindahan kerlap-kerlip cahaya dari sky tree ini ,rasa bosan nya belum kunjung datang juga .

Namun harapan tinggal harapan ,meski ramalan cuaca sudah berkali-kali memperingatkan kami bahwa akan turun hujan besar ,namun saya malah memaki-maki sok tahu nya si ramalan cuaca ini ,maafkaaannnnnn !

Benar saja ,hari itu hujan lebat di sertai angin kencang ,saya dan suami tidak masalah kalau harus basah kuyup ,tapi si kecil seperti ketakutan karena baby car yang saya dorong ,berlaju sangat kencang ,dan lagi saya harus mengatakan ,maafkaaaaannnnn !

Tidak berbasa-basi ,kami langsung menuju hotel dengan menggunakan transportasi bis kota .

Setelah memakan waktu sekitar 1,5 jam akhirnya sampai lah kami di hotel disertai hujan yang kian membesar .

Adalah Mystays ASAKUSABASHI hotel tempat kami menginap sampai esok hari .

Wisata tokyo dan ibaraki

Hotel ini saya pesan dari Booking.com  ,maklum saya memang berlangganan pesan via Booking.com karena selain harga nya murah ,pembatalan nya pun gratis apabila rencana yang kita buat mendadak harus dibatalkan .

Ohh iyaaa ,kalau kalian pesan hotel disini kalian akan mendapatkan cashback 10% loh ,silakan di coba dan dapatkan cashback nya yaa 🙂

Hotel di atas saya dapatkan dengan harga 7000 yen untuk satu malam ,dengan type kamar standard dan bonus pemandangan menakjubkan di seberang hotel menurut saya terbilang cukup murah .

Wisata tokyo dan ibaraki

Meski rencana yang sudah dipersiapkan batal dikarenakan hujan lebat disertai dengan hembusan angin kencang ,namun melihat purnama di atas tokyo sky tree dari kamar hotel juga tidak kalah menakjubkan nya kok 🙂

Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan 🙂

Dan untuk rencana menapak tilaskan kaki ke asakusa ,kami tetapkan akan berangkat keesokan hari nya pagi-pagi sebelum nanti nya kita meneruskan perjalanan ke taman hitachi seaside .

Malam nya di gemerlapnya malam tokyo dengan secercah sinar rembulan kami bertiga menuliskan garis-garis tawa di wajah si kecil .

Ohhh iyaaa ,di hotel tempat kami menginap selain dekat dengan asakusa dan tokyo sky tree ,transportasi menuju kesana pun sangat mudah ,halte bis hanya berjarak 2 meter saja ,dan lagi di depan hotel terdapat restoran india yang menyajikan makanan khas negeri shah rukhan tersebut .

Keesokan harinya ,kami berangkat ke asakusa pagi-pagi sekali ,takut nanti sampai ibaraki sore dan jalan-jalan pun terasa kurang memuaskan .

Meski cahaya pagi masih terasa ,namun yang datang berkunjung ternyata sudah ramai saja ,dan dari kebanyakan pengunjung 8 dari 10 orang adalah orang indonesia .

Wisata tokyo dan ibaraki

Gambar di atas adalah simbol dari asakusa temple itu sendiri ,kalau kita berkunjung ke asakusa simbol ini adalah yang paling banyak di ambil oleh fotografer fotografer dari yang profesional sampai yang amatiran seperti saya ,simbol di atas terletak di gerbang kaminarimon.

Selain ada gerbang kaminarimon sebagai simbol dari kuil ,di asakusa juga terdapat Nakamise-dori atau sepanjang perjalanan dari gerbang kaminarimon sampai masuk ke dalam dinamakan nakamise-dori ,di sepanjang perjalanan ini oleh-oleh khas jepang dan cemilan khas jepang semua tersedia disini ,seperti biasa saya hanya membeli satu buah gantungan kunci sebagai koleksi dan bukti bahwa saya pernah berkunjung kesini hehe .

Foto di atas adalah kuil setelah saya berjalan melewati nakamise-dori ,sayangnya saya bahkan tidak kepikiran mengambil foto bagaimana ramai nya jalanan nakamise-dori dan ramainya pengunjung disana .maafkan yaaa 🙂

Karena buru-buru dan memang harus di buru-buru kami hanya beberapa menit saja berkunjung kesini ,sekedar melihat-lihat dan membeli oleh-oleh serta sedikit berkenalan dengan sesama orang indonesia yang kami minta tolong untuk mengambil gambar kami bertiga ,terimakasih loh bapak hehe .

Dari asakusa ini ,ada stasiun yang jaraknya hanya 5 menit saja ,yaitu stasiun asakusa .

Dari asakusa stasiun kami langsung ke stasiun tokyo untuk mengejar waktu pemberangkatan bis menuju taman hitachi seaside ,

Dari stasiun asakusa ke stasiun tokyo hanya satu kali saja menggunakan kereta tanpa transit ,ambil ginza line kereta jurusan shibuya ,melewati 7 pemberhentian dan turun di stasiun kyobashi lalu jalan kaki 5 menit untuk sampai di stasiun tokyo .

Kalau kalian tahu terminal bis antar kota yang ada di stasiun tokyo ,disitulah tempat bis menuju Taman Hitachi seaside berangkat .

Sayang sekali ,waktu yang sudah kami buru-buru kan tidak juga bisa sampai sempat untuk mengejar waktu pemberangkatan bis menuju taman hitachi seaside ,lantas kami ubah dengan pemberangkatan alternatif lain menggunakan kereta dan bis .

Dari stasiun tokyo kami pergi menggunakan kereta cepat jurusan iwaki menuju katsuta stasiun dengan waktu tempuh satu jam .

Setelah sampai di katsuta stasiun ,langsung tampak jelas arah panah dan petugas yang membawa spanduk sebagai petunjuk arah untuk sampai ke Taman Hitachi Seaside .

Disana sudah ada penjual tiket yang menawarkan tiket bis pulang-pergi beserta tiket masuk ke taman hitachi seaside, kalau tidak salah ingat harganya sekitar 1300 yen .

dengan menempuh jarak sekitar 10 menit ,saya sudah sampai di tempat yang selama 3 tahun terakhir memendam rasa ingin mengunjungi namun terhalang oleh sibuknya pekerjaan .

Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan 🙂

Wisata tokyo dan ibaraki

Sepertinya dimanapun tempat terkenal di jepang ini ,saya selalu bertemu dengan orang-orang indonesia ,desas desus kosakata bahasa indonesia cukup sering terlintas di telinga saya saat berkunjung ke tempat ini .

Taman Hitachi Seaside ini amat sangat luas ,saya harus menempuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai pada tempat di mana foto di atas saya abadikan nama nya bunga kokia ,Masya Allah sekali cantiknya bunga itu ya 🙂

Adalah みはらしの丘 atau miharashi no oka ,tempat kokia berada ,bunga ini akan mulai memerah pada sekitar pertengahan bulan oktober sampai pertengahan bulan november bersamaan dengan memerahnya daun momiji pada musim gugur atau aki di jepang .

Sebelum berubah menjadi warna merah bunga kokia ini sebelumnya berwarna hijau dan tidak kalah cantiknya juga seperti warna merah .

Gambar di atas saya ambil dari website resmi nya Hitachi Seaside Park yaa .

Selain pada bulan oktober-november yang ramai oleh pengunjung untuk melihat si merah kokia ,pada musim-musim lain di jepang pun event-event bunga lain sering di selenggarakan di tempat ini seperti nemofilia yang tumbuh pada pertengahan april sampai pertengahan mei .foto dibawah saya ambil dari website resmi nya di Hitachi Seaside Park 

Untuk info lebih jelas mengenai event yang di adakan setiap musim nya bisa lihat  disini yaa ,selamat menikmati 🙂

Ohh iyaa di Taman Hitachi Seaside ini medan jalan nya ramah sekali untuk pengunjung yang berkunjung bersama si kecil menggunakan baby car yaaa ,selain itu untuk yang membawa barang bawaan banyak jangan khawatir ,kita bisa menitipkan nya di loker yang sudah disediakan dan pastinya berbayar hanya sekitar 500 yen saja .

Atau apabila berkunjung bersama orang tua yang khawatir takut kelelahan ,tempat ini pun menyediakan kursi roda lohh ,dengan medan jalan yang baik ,pastinya aman untuk digunakan ,

Karena saking indahnya bunga-bunga disini ,kita butuh banyak waktu untuk membiarkan mata menikmati setiap titik demi titik keindahan yang Allah ciptakan ini ,dan ada baiknya kita membawa bekal dari rumah atau sekedar camilan untuk di makan bersama-sama keluarga sambil bercengkrama ,karena ke-halal-an makanan nya tidak terjamin ,maka membawa bekal dari rumah sangat saya sarankan 🙂

Akhir tulisan ,terimakasi telah berkunjung yaa dan kunjungi juga tulisan saya di Wisata kuliner halal di Nagoya Jepang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.