Categories
Japan Japan Experiences

Pengalaman bekerja di Jepang

Pengalaman bekerja di Jepang

 

Narasi Pengalaman bekerja dijepang

Tahun 2020 ini adalah tahun ke-4 saya berada di jepang dengan visa tokutei katsudou (特定活動) dan bekerja sebagai kaigofukushishi ,ada banyak suka dan duka saya selama bekerja di jepang dari awal sampai saat ini ,dan ditulisan ini saya akan membagikan cerita tentang pengalaman saya bekerja di Jepang .

Saya adalah anggota EPA (Economic Partnersip Agreement) ,yang mana adalah sebuah bentuk kerja sama antar pemerintah yang salah satunya adalah mengirimkan tenaga kerja perawat untuk mau bekerja di jepang melalui BNP2TKI

Saya tidak akan menjelaskan bagaimana bentuk kerja sama ini ,karena saya hanya akan menjelaskan pengalaman saya bekerja di jepang .

Dengan bekerja di jepang tentunya saya harus menguatkan hati agar bisa menahan rasa rindunya terhadap tanah indonesia .

Rasa rindu terhadap masakan rumah sudah tidak usah ditanya lagi bagaimana perasaannya ,sudah pasti rindu serindu-rindu nya merindu .

Saat Datang dijepang dan pengalaman bekerja dijepang

Saya datang ke jepang saat masih gadis sekitar usia 23 tahun dan saat ini sudah menikah dan memiliki anak ,bahkan saya juga sudah menulis tentang pengalaman saya menikah di jepang ,dan juga pengalaman saya melahirkan dijepang .

Awal bekerja di jepang dengan modal level bahasa jepang N3 saya cukup kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang jepang karena selain intonasi yang terlalu cepat ,beberapa dari mereka berbicara menggunakan dialek asal daerah mereka masing-masing ,kalau di indonesia disebut bahasa daerah .dan saya hanya mempelajari bahasa umum yang di gunakan oleh orang jepang ,bukan bahasa daerah nya .

Namun lambat laun saya mulai terbiasa dengan cara mereka berbicara yang cepat dan telinga saya pun sudah mulai tidak asing lagi mendengar berbagai macam bahasa yang mereka keluarkan misalnya dalam bahasa indonesia ada kata ” terimakasih ” tapi kita biasa menyebut ” makasih ” ,malah ada yang ” maacih ” gitu kan ? ,di jepang pun sama ,dan di awal saya kesulitan dalam hal ini .

Kesulitan Bekerja di Jepang

  • Di Jepang kesulitan mencari makanan halal .

Iyaa ,dijepang saya sangat kesulitan untuk mencari makanan dan camilan halal di jepang ,malah kebanyakan saya memasak sendiri ,selain irit juga lebih terjamin ke halal an nya ,bagi yang tinggal di nagoya jepang saya punya rekomendasi wisata kuliner halal di nagoya jepang

  • Pengalaman bekerja dijepang lagi adalah di jepang gaji nya besar banget

dari hasi kerja saya dan suami kami bisa menabung sekitar 15 juta yen setiap bulan nya ,belum lagi dapat bonus setahun 2 kali ,dan lagi kalau kurs yen lagi melonjak tajam kita bisa mendapat keuntungan lebih dari situ, saya sih sangat memotivasi sekali apabila ada teman-teman yang ingin bekerja di jepang.

Pengalaman bekerja dijepang yang membuat saya takjub adalah Perusahaan tempat saya bekerja membolehkan saya menggunakan jilbab itu kenapa sampai sekarang saya masih sangat-sangat betah bekerja di perusahaan sekarang ,dan lagi mereka menyediakan saya tempat shalat sehingga memudahkan saya untuk bisa shalat di tempat kerja .

Namun ada juga beberapa dari perusahaan tempat teman-teman saya bekerja yang tidak mengizinkan untuk mengenakan jilbab ,kalau saya mungkin lebih baik pindah dari situ .

Ohhh iya ,karena pada tahun 2019 saya telah lulus ujian nasional jepang untuk kaigofukushisi ,jadi visa saya bisa diperpanjang setiap 3 tahun sekali sampai saya bosan tinggal dijepang hehe .

Bisa Berhaji dengan mudah Di Jepang

Dan karena saya sudah memiliki visa tinggal tetap meski harus diperpanjang setiap 3 tahun sekali ,saya bisa menggunakan visa ini untuk melakukan ibadah haji dari jepang ,mengingat melakukan ibadah haji dari jepang sangatlah mudah dengan syarat kita memiliki residence card jepang, itu mengapa saya ngebet sekali ingin berhaji dari jepang .

Kalau di indonesia katanya harus menunggu sampai 10 tahun yaa ? ,saya nggak bisa menjamin diri saya masih hidup 10 tahun mendatang .

Selama 4 tahun ini saya sudah sedikit demi sedikit menjelajah kota-kota yang ada dijepang, meski tidak setiap bulan tetapi paling tidak haruslah pergi traveling setidaknya satu kali dalam satu tahun ,mencegah marah-marah yang tak beralasan akibat ” butuh piknik ” hehee

Bagi yang di nagoya bisa lihat Rekomendasi tempat wisata di nagoya jepang

Sisi positif dan negatif bekerja di jepang

  • Pengalaman bekerja di jepang kebutuhan pokok mahal

Iya mahal sekali ,sebagai contoh beras di indonesia sekitar 6000-8000/kg nya ,kalau dijepang untuk 5 kg beras di hargai ¥2500 atau Rp 365.000 (kurs Rp146/yen)

Kangkung satu ikat sekitar Rp 25000 ,atau tempe satu kotak Rp 35000 .

Dan wajar sih menurut saya ,kalau penghasilan di jepang besar sudah pasti pengeluaran juga besar ,tapi meski begitu saya masih bisa menabung Alhamdulilah .

Kebutuhan tidak hanya soal makan saja ada tempat tinggal ( baca Tata Cara menyewa apartemen di jepang ) ,bayar rutinitas bulanan seperti listrik ,air ,gas ,wifi dan lain lain .

Kalau saya hitung-hitung untuk kebutuhan di atas setiap bulan nya saya harus mengeluarkan biaya sebesar 10 juta yen atau Rp 14.600.000 (Rp146/yen), belum asuransi ,transport ,kebutuhan bahan pokok ,dan biaya jalan-jalan .

Meskipun mahal tapi saya masih akan terus bekerja disini karena kenyamanan dan ketentraman nya ,pernah dengar nggak kalau jepang adalah negara paling aman nomor 1 di dunia ? ,saya pernah dengar namun belum pernah tahu kepastian nya ,tapi meskipun katanya aman ,tetap harus waspada sih namanya juga manusia ,sepeda saya saja pernah hilang 2 kali ,tapi tetap ketemu juga ,di ketemuin sama pak polisi ,hebat kan ?

Selain aman ,nyaman ,tentram jepang ini luar biasa bersih ,dan bebas polusi ,makanya kulit saya juga jadi putih semenjak bekerja di jepang hehe .

Bahkan saya pernah menulis tentang rahasia jepang menjadi negara yang bersih

Akan terus bekerja dan membagikan pengalaman bekerja di jepang

Niat saya dengan suami ,kami paling tidak akan tetap tinggal di jepang sampai si kecil lulus SD dijepang ,karena saya ingin si kecil tahu bahwa disiplin itu penting ,membuang sampah itu harus di biasakan sedari kecil ,waktu itu perlu di hargai ,dan masih banyak hal-hal baik dari negara jepang ini yang harus saya ajarkan kepada si kecil ,namun bukan berarti indonesia tidak layak untuk itu ,hanya saja saya merasa jepang sangat keras dalam membuat pondasi baik untuk anak .

Sekian tulisan saya tentang pengalaman bekerja di jepang ,ambil bagian yang bisa bermanfaat dan buang hal yang tidak baik dari tulisan ini ,terimakasih telah berkunjung ☺

Categories
Japan Japan Experiences

Cara Jepang membersihkan sampah

Pagi ini saya dibuat takjub oleh negara yang saya tinggali sekarang ,jepang ! ,dengan lingkungan yang amat sangat bersih ternyata ini cara jepang membersihkan sampah di negerinya .

2016 silam saat saya mendaratkan kaki nya pertama kali di jepang hal yang berkali-kali saya ucapkan ketika ditanya ” apa yang membuatmu kaget dengan jepang ? ” ,pasti saya selalu menjawab ” kebersihan nya ” .

Keren sih menurut saya ,bahkan di setiap jalan yang saya lalui hampir tidak menemukan sampah ,kecuali saat hari pembuangan sampah .

Meski masih ada segelintir kertas ,kaleng dan plastik di jalan namun itu hanyalah 0,00001% sampah yang berserakan di negara ini .

Iyaaa ,segala kesempurnaan hanyalah milik Allah bukan ?

Ketika saya mencari tahu dibeberapa artikel peringkat ke-berapa jepang masuk dalam kategori negara terbersih ,jawaban nya adalah peringkat ke-6 dari 15 negara ,dan yang nomor 1 jatuh pada prancis .

Wahhhh ,peringkat ke-6 nya saja sudah bersih seperti ini ,bagaimana peringkat di atas 6 yaa ,bahkan peringkat ke-1 nya ,hal yang harus di semogakan lagi !! ” saya ingin berkunjung ke prancis untuk berwisata ” bissmillah hehe ..

Dan alasan mengapa di setiap jalan saya hampir tidak menemui sampah adalah karena ke-loyalitas warga negara nya untuk mau membersihkan taman ,jalanan ,stasiun ,bahkan sungai yang ada di sekitar nya secara berkelompok atau individu dengan ” sadar ” tanpa paksaan atau embel-embel ” bayaran ” .

Seorang ibu-ibu berjalan menelusuri jalanan hanya untuk mengambil sampah yang berserakan dijalanan ,saya bahkan malu ketika berjalan melewati ibu-ibu tersebut .

Dan sepeanjang jalan inilah yang ibu tersebut lalui ,apa yang beliau kerjakan terlihat hasilnya di mata saya ,jalanan menjadi bersih .

Seorang kakek membersihkan sampah di dekat stasiun ,KAKEK-KAKEK lohhh .

Ini stasiun yang beliau bersihkan ,saya bahkan 1000 kali mengucapkan terimakasih telah menjaga lingkungan ini pun rasanya tidak cukup untuk menggambarkan betapa saya amat sangat menghargai apa yang beliau kerjakan .

Warga jepang membersihkan sampah

Ini adalah sekelompok warga sekitar yang sedang membersihkan taman di dekat tempat saya tinggal ,dan mereka selalu melakukan ini setiap hari minggu ” SETIAP HARI MINGGU ” .

Warga jepang membersihkan sampah

Dan inilah taman nya ,kebayang dong membersihkan taman yang luasnya tidak hanya 10 atau 20 meter tapi bahkan mungkin 500 meter lebih yaa .

Dan bukan saja orang tua atau ibu muda yang mengkontribusikan dirinya untuk membersihkan lingkungan .

Ada seorang ibu yang mengajarkan anak nya bahwa kebersihan itu penting !

Warga jepang membersihkan stasium

Jepang memang menerapkan ajaran kebersihan dari kecil sih ,makanya kenapa saya ingin si kecil paling tidak bersekolah disini sampai sekolah dasar nya terlewati ,tujuan nya untuk membuat pondasi bagaimana arti dari membuang sampah pada tempat nya itu penting .

Dan yang paling saya takjub adalah

Warga jepang membersihkan sampah

Beliau adalah sepasang suami istri yang selalu saya lihat SETIAP HARI di lingkungan dekat tempat saya tingal ,SETIAP HARI beliau membersihkan sampah-sampah warga yang bahkan beliau sendiri tidak tahu asal sampah itu darimana ,namun dengan loyalitas nya beliau mau lohh membersihkan nya setiap hari ,setiap saya ketemu ada perasaan malu yang mana saya hanya lewat saja tanpa membantu atau sekedar mengatakan ” terimakasih ” .

Perlu  diketahui ,disamping warga negara nya yang loyalitas terhadap kebersihan lingkungan pemerintah pun turut andil dalam menjaga lingkungan ini ,berikut adalah hal lain dari cara jepang membersihkan sampah :

1. Tidak adanya tempat sampah di tempat umum atau di jalanan .

Iyaa bahkan saya sudah terbiasa membawa sampah sampai kerumah untuk dibuang di tempat sampah dirumah ,dan kebiasaan ini terbawa sampai saya pulang ke indonesia ,yang mana ada rasa tidak nyaman ketika saya membuang sampah begiu saja dijalanan ,dan untuk warga negara +62 ini penting sih hasil yang besar harus dimulai dari diri sendiri dulu .

2. Cara pembuangan sampah yang terpisah .

Jadi pembuangan sampah yang bisa di bakar ,dan sampah yang tidak bisa dibakar ,di buang secara terpisah dengan plastik yang berbeda dan hari pembuangan berbeda .

Kalau di daerah tempat tinggal saya ,pembuangan sampah yang bisa di bakar dimasukan ke dalam kantong plastik berwarna merah  setiap selasa dan jumat ,sedangkan sampah yang tidak bisa dibakar di masukan ke dalam kantong plastik berwarna biru setiap hari rabu saja ,diletakkan di depan rumah atau bak sampah untuk kemudian di ambil oleh petugas sampah ,dan untuk plastiknya adalah plastik sesuai yang di atur oleh pemerintah setempat yang di jual di berbagai supermarket dan kombini bukan plastik lain .

Berbeda dengan pembuangan botol plastik dan botol kaca ,dibuang secara terpisah juga meski tergolong sampah tidak bisa dibakar namun botol plastik masuk dalam kategori sampah yang bisa di daur ulang ,begitu juga dengan botol dan kaleng sampah.

Meski sama-sama plastik ,untuk membuang botol plastik ini harus dipisahkan dari tutup botol dan merk dagang botol yang tertempel di botol nya ,merumitkan yaaa ,tapi percaya deh ini adalah cara untuk mengurangi sampah plastik dan menjadikan nya sampah daur ulang .

Selain sampah yang sudah disebutkan ada juga kategori sampah kecil seperti panci bolong ,atau kompor rusak ,nah ini dibuang menurut jadwal ,di tempat saya adalah setiap hari rabu di minggu ke-3 setiap bulan nya .

Ada lagi golongan sampah besar seperti kulkas ,sofa ,lemari dan lain-lain ,sampah jenis ini adalah sampah yang berbayar ,saya pernah membuang lemari dengan ukuran 200 x 50 cm di buang dengan harga ¥ 9000 atau setara dengan Rp 1000.000 ,hahahaaaa .

Jadi sebenarnya sesuatu yang baik itu harus di mulai dengan diri sendiri lalu kemudian akan berdampak pada orang lain dan dampak besar nya juga akan kepada lingkungan .

Dan itulah cara jepang membersihkan sampah di negerinya ,tidak heran jika sekarang jepang masuk dalam daftar negara terbersih .

Orang indonesia yang mayoritas adalah orang muslim ,sudah pasti mereka memiliki prinsip bahwa kebersihan sebagian dari iman ,jika prinsip ini saja sudah kita tanam sebagai masyarakat muslim ,tentu nya dengan menjaga kebersihan dari mulai hal kecil sudah pasti bisa .

Dan saya percaya masyarakat indonesia bisa ,entah kapan semua nya akan terwujud ,yakinkan saja dulu !

Kunjungi juga tulisan saya di Hal unik yang ada di Jepang