Categories
Informasi Japan Experiences

Keinginan menjadi ibu rumah tangga pupus karena hal ini

Narasi Artikel

Ibu rumah tangga berkarir
Theradisha.com

Saya adalah karyawan di sebuah perusahaan ,ibu dari satu orang anak ( doakan secepatnya menjadi dua hehe ) ,dan seorang suami yang sama-sama karyawan juga di sebuah perusahaan ,dan kami berdua tinggal di sebuah perfektur di jepang .Dan ditulisan ini saya akan sedikit bercerita mengenai Kekurangan dan kelebihan menjadi Ibu rumah tangga berkarir .

Kalau di Indonesia biasanya cuti melahirkan hanya mendapatkan hak cuti nya selama 3 bulan saja ,lain dengan di Jepang ,di jepang cuti melahirkan dan cuti mengurus anak bisa didapatkan sampai anak usia 1 tahun 2 bulan dan maksimal adalah 2 tahun .

Nah ,sebelum saya menikah dan melahirkan saya adalah karyawan yang bekerja 40 jam setiap minggu nya ,dan setelah melahirkan sampai anak usia 1 tahun saya hanya fokus mengurus anak ,suami, rumah ,dan kebutuhan keluarga namun tetap mendapat gaji dan tunjangan anak dari pemerintah jepang ,serta beberapa keringanan pajak .

Baca Juga Cara mengurus tunjangan anak di jepang

Setelah anak usia satu tahun saya harus kembali bekerja 5 hari dalam seminggu ,dan itu artinya saya harus menjadi profesi yang baru yaitu  wanita karir

Keinginan menjadi Ibu Rumah Tangga

Anak saya yang usia nya 1 tahun saya sekolahkan di fasilitas Day Care dari pagi pukul 7.30 – 19.00 ,karena saya bekerja dengan shift ,terkadang saya menjemput si kecil pada pukul 17.00 jika shift saya pagi ,karena keluar kantor  pukul 15.45 .

Setelah cuti berakhir kata ” Sibuk ” adalah hal yang paling saya ucapkan hampir setiap hari ,jadi setelah cuti mengurus anak berakhir ,rutinitas yang saya lakukan di setiap hari nya menyiapkan bekal anak dan suami ,beres-beres rumah ,memasak ,mencuci ,mengantar jemput anak ke day care dan berbagai kesibukan lainnya .

Alasan Memilih Bekerja daripada Ibu Rumah Tangga

sebelum cuti mengurus anak saya berakhir,saya sempat bicarakan kepada suami keinginan saya ,namun beberapa hal dibawah adalah pertimbangan yang akhirnya saya memilih berkarir ,

  • Anak butuh sosialisasi agar mengenal dunia luar ,saat sejak lahir sampai usia nya 1 tahun ,dia hanya bermain di rumah saja dengan saya dan abi nya ,ini adalah alasan terbesar ,saya ingin dia bersosialisasi dan sebagai  pondasi awal untuk belajar tentang kedisiplinan dan pentingnya menjaga kebersihan ,karena Day Care di Jepang melakukan hal ini sejak dini ,itulah kenapa saya mau menitipkan anak saya di fasilitas day care di jepang .
  • Biaya hidup dijepang sangat mahal ,bahkan saya harus mengeluarkan biaya yang tidak murah setiap bulan nya untuk kelangsungan hidup kami .

Baca Juga Pengalaman bekerja dijepang

  • Kami harus menabung ,saya dan suami memerlukan biaya yang cukup banyak untuk masa depan si kecil ,membangun rumah di indonesia dan modal usaha untuk ketika kami berdua memang sudah akan pulang ke Indonesia suatu saat nanti .

Keuntungan menjadi  Wanita karir

Mungkin itulah mengapa saya akhirnya menetapkan hati untuk menjadi ibu rumah tangga berkarir karena banyak kelebihan yang di dapatkan ketika saya bekerja, dan berikut kelebihan dan kekurangan menjadi ibu rumah tangga berkarir,

  1. Keuangan rumah tangga tercukupi
  2. Bisa menabung kebutuhan masa depan anak dan keluarga
  3. Keinginan anak selalu terpenuhi
  4. Saya bisa membeli kebutuhan pribadi atau keinginan pribadi menggunakan dana pribadi
  5. Membantu meringankan beban keuangan suami
  6. Bisa memberikan sedikit hadiah kecil-kecilan untuk saudara tanpa meminta uang ke suami
  7. Bisa bersosialisasi dengan teman kantor tidak melulu dirumah

Sisi Negatif menjadi wanita karir

Namun ,dalam sesuatu hal jika bernilai positif ,sudah pasti juga bernilai negatif bukan ? ,

  1. Selain hari libur ,waktu bermain dengan anak jadi berkurang
  2. Setelah pulang kantor selalu kelelahan
  3. Membersihkan dan mengurus rumah hanya dilakukan satu minggu dua kali ,hanya pada saat libur ,itupun kalau tidak kelelahan .
  4. Selalu terburu-buru dalam menjalani hari ,karena harus buru-buru ke kantor ,harus buru-buru menjemput anak dan lain-lain .

Keuntungan menjadi ibu rumah tangga

Kalau melihat nilai positif dan negatif dari seorang ibu rumah tangga yang berkarir ,pada dasarnya saya sebenarnya ingin menjadi ibu rumah tangga saja ” apabila ”  gaji suami mencapai 50 juta/ bulan nya karena banyak kelebihan dan hal yang bisa dilakukan ketika saya 1 tahun lama nya hanya fokus pada rumah tangga saja ,misalnya,

  • Waktu bermain dengan anak banyak ,hampir setiap waktu ,setiap saat .
  • Rumah menjadi sangat-sangat bersih karena waktu membersihkan rumah ada setiap harinya .
  • Lebih banyak bersantai ria
  • Bisa fokus belajar apa yang ingin dipelajari ,saat ini saya sedang belajar bahasa inggris online ,menghafal Quran secara online di tahfidz online dan belajar otodidak mengembangkan blog saya yang ini .

Baca Juga Cara Cepat menghafal Quran di kelas Tahfidz Online

  • Lebih banyak waktu dengan suami
  • Ibadah jadi tepat waktu
  • Lebih banyak watu berkabar dengan keluarga ,face time misalnya.

Apresiasi Untuk Para Ibu rumah tangga

Jangan meremehkan seorang ibu rumah tangga ,karena rumah menjadi sangat tentram dan nyaman karena ada seorang ibu rumah tangga didalamnya .

Theradisha.com

Jangan sepelekan pekerjaan ibu rumah tangga ,karena saya pun pernah kewalahan ketika 1 tahun penuh hanya menjadi ibu rumah tangga ,seperti misalnya,

  • Menjadi koki saya harus bangun pagi memasak sarapan untuk suami dan anak
  • Mengurus semua kebutuhan anak ,memandikan ,bermain ,makan ,jalan-jalan ke taman .
  • Membersihkan rumah ,mencuci baju ,melipat jemuran ,membersihkan bagian-bagian kecil dirumah seperti debu ,mengganti gorden dan lain-lain .
  • Belanja kebutuhan pokok ,kebutuhan anak  kebutuhan suami .
  • Begadang setiap malam menemani anak bermain ketika bangun pada malam hari
  • Harus mengeluarkan tenaga ekstra lagi ketika anak sakit ,sedih ,cemas ,khawatir ,bolak-balik rumah sakit ,mengurangi waktu tidur .
  • Mengurus kebutuhan suami ,menyiapkan sarapan ,menyiapkan bekal ke kantor ,membereskan barang-barang yang berceceran ketika suami lelah sepulang dari kantor .
  • Belum lagi mengurus  keuangan dana yang masuk dan keluar harus terinci dengan jelas dan baik jangan sampai besar pasak daripada tiang ,belum lagi kebutuhan diluar perkiraan yang harus memutar otak agar kebutuhan tetap terpenuhi .

Dan masih banyak lagi ,meski saya adalah ibu rumah tangga yang berkarir namun saya sangat menjunjung tinggi seorang istri sekaligus ibu yang memilih untuk tetap menjadi ibu rumah tangga menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk keluarga dan melepaskan ego nya untuk terpaksa harus mengesampingkan kebutuhan aktualisasi dirinya .

Namun meski menjadi ibu rumah tangga ,saran saya tetaplah menjadi produktif dalam hal apapun ,berjualan online misalnya atau menulis untuk bisa memberikan info yang bermanfaat untuk orang lain ,atau apapun agar meski di rumah saja wawasan kita tidak melulu soal apa yang ada di dalam rumah .

Leave a Reply

Your email address will not be published.