Categories
Baby and Kids HEALTH

Bintik merah muncul setelah demam turun

Bintik merah muncul setelah demam turun

Bintik merah muncul setelah demam turun
Sumber millymily.jp

Jadi sebelum saya menceritakan bintik merah muncul setelah demam turun, awalnya anak saya yang berumur 10 bulan ,di setiap hari yang biasanya ceria ,tapi hari itu lebih banyak nguap dan mengantuk ,yang padahal tidur nya sudah banyak ,lalu pada saat menggendong badan nya terasa hangat di 37,2°C tidak seperti biasanya .

Awalnya berfikir ,mungkin karena akan tumbuh gigi jadi nya sedikit hangat karena memang di usia ny yang sudah 10 bulan baru terlihat ada warna putih di gusi bagian atas nya .

Tapi lama kelamaan ,si kecil semakin mengantuk dan mau nya tidur terus ,yang biasanya tidur 2 kali ,hari itu sampai 4 kali .

Untuk makan dan minum masih baik-baik saja ,dan gerakan nya juga masih se-aktif biasanya .di malam hari demamnya semakin naik dan makin lama makin naik di 39,2°C ,langsung panik dan berinisiatif untuk akan pergi ke dokter keesokan harinya pagi-pagi .

Ditolak oleh klinik

Pada hari itu bertepatan dengan kehebohan pandemik covid-19 ,jadi ada 1 klinik yang memang menolak untuk memeriksakan pasiennya yang demam lebih dari 37,5°C ,karena dikhawatirkan terdampak virus tersebut .

Makin panik dan menangis sambil meluk si kecil ,yang padahal si kecil saat itu masih aktif sekali ,main kesana kemari hanya memang tidak seperti biasanya ,wajahnya yang sedikit pucat dan terlihat lesu .

Didekat rumah memang ada 2 klinik yang hanya berjarak 3 menit saja dari rumah jadi saya pergi ke klinik selanjutnya ,yang Alhamdulilah diterima namun langsung di arahkan ke kamar isolasi begitu saya mengatakan bahwa anak saya demam sampai 39°C ,tapi tidak disertai batuk ,pilek ,muntah dan gejala yang mengarah ke covid-19 lainnya .

Oleh dokter ditanya mengenai apakah mau obat oral atau supposutoria ( yang dimasukkan ke anus ),karena si kecil masih bisa makan dan minum saya menginginkan obat oral saja .lalu oleh dokter di beri obat analgesik sebagai penurun panas ,diberikan ketika panas nya mencapai 37,5°C .

Sepulang dari klinik pukul 10 pagi ,langsung diminumkan ,sampai pukul 17.00 panasnya tidak kunjung turun juga masih stuck di 39°C ,dan saya khawatir lantas menelpon kembali klinik yang tadi pagi saya datangi ,dan meminta untuk dibuatkan resep obat penurun panas yang supposutoria karena efeknya lebih cepat menurunkan panas ,dokter hanya bilang tidak apa-apa ,panas anak kecil biasa ,tapi naluri ibu kok rasanya anak saya tidak sedang baik-baik saja .

Pukul 18.00 hari itu saya langsung memberikan obat yang baru saja diresepkan ,selang 1 ,2 ,3 jam panas nya hanya turun 1° C saja ,tidak ada perubahan yang signifikan sampai keesokan pagi nya panas masih berlanjut dan bahkan masih di 39°C padahal saya masih memberikan obat setiap 8 jam sekali ,herannya tidak ada perubahan sudah di kompres juga ,namun anak saya masih sangat-sangat aktif namun tidak seaktif biasanya .

Inisiatif kembali ke klinik

Saya berinisiatif untuk kembali memeriksakan ke klinik pada sore hari nya ,karena obat yang dokter resepkan hanya 5 biji saja dan tersisa 1 biji ,karena khawatir malam panas nya semakin naik ,jadi kembali ke dokter tanpa menelpon terlebih dahulu ,untungnya klinik anak dan apotek nya hanya berjarak 2 menit jalan kaki saja jadi saya bisa bolak-balik tanpa perlu naik dan turun menggunakan kendaraan umum karena pasti akan sangat merepotkan dan kasian juga dengan si kecil .

Namun ternyata ,karena hari itu adalah hari rabu ,dan hari rabu adalah jadwal libur klinik tersebut ,saya semakin panik apalagi suami jadwal nya jaga malam di rumah sakit .

Akhirnya saya berinisiatif pergi ke rumah sakit untuk meminta di rawat karena hari rabu ini tepat 3 hari anak saya demam sampai 39°C ,namun lagi-lagi rumah sakit menolak namun dengan alasan berbeda ,dimana seharusnya saya membawa surat rujukan yang menerangkan kondisi anak saya saat itu ,yang padahal sebelum nya diperbolehkan untuk datang langsung meski tanpa surat rujukan namun dengan syarat membayar uang muka sebesar Rp 600.000 ,tapi kali ini saya di tolak dan dianjurkan untuk lebih baik pergi ke klinik terlebih dahulu lalu kemudian biar dokter di klinik yang memutuskan perlu atau tidaknya di rawat atau di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar ,iya begitulah sistem di jepang .

Hari kamis ,

Demam anak saya naik turun ,kamis pagi di 38°C ,saya masih memberikan obat nya namun via oral ,kali ini wajah nya sedikit merah sudah tidak pucat lagi .dan saya pergi ke dokter pagi-pagi pukul 9 ,dapat antrian nomor pertama .

Langsung ditangani oleh dokter dan di ukur panasnya berada di 37,0 ,habis minum obat di jam 7 pagi .

Lalu akhirnya setelah yakin anak saya memang bukan terdampak covid-19 dokter nya sudah mulai mau berkomunikasi atas gejala yang di alami anak saya ,kalau bahasa jepang namanya 突破性発疹(toppasei hasshin) kalau bahasa indonesianya merujuk pada situs The Asian Parent katanya Roseola Infantum yang mana penyakit dengan ciri-ciri muncul nya bintik-bintik merah di perut ,punggung ,dada setelah demam turun .

Baca Juga : Perkembangan anak usia 6-9 bulan

Begini kata dokter

Penyakit ini disebabkan oleh virus ,biasanya virus ini masih satu keluarga dengan virus herpes entah darimana virusnya yang pasti dalam 1 tahun virus ini ada setiap 1 tahun sekali ,dan apabila penyakit ini menular di anak kecil kemungkinan besar adalah tertular dari orang dewasa ,pada saat itu saya dan suami sedang tidak terkena penyakit ini ,namun sehari sebelum anak saya demam ,kami pergi bertiga untuk melihat bunga sakura di taman ,dan kemungkinan anak saya tertular ketika kami pergi ke taman .

Tanda gejala bintik merah muncul setelah demam

Biasanya gejala nya berupa panas sampai dengan 38°C-40°C dan berlangsung selama 3-4 hari ,itu sebabnya banyak ibu-ibu yang panik akan hal ini ,gejala lainnya adalah nafsu makan berkurang ,dan konsistensi BAB yang lebih lembek dari biasanya ,anak saya sendiri sebenarnya sedikit menurun untuk nafsu makannya namun saya sengaja memberikan sedikit demi sedikit tapi sering, begitu juga dengan minumnya ,karena demam membuat tubuh akan menjadi dehidrasi apabila cairan nya tidak terpenuhi ,saya pun sengaja memberikan cairan dalam bentuk apapun kepada si kecil ,jus ,air putih ,jelly dan lain-lain dan Alhamdulillah saat itu popok nya penuh dan saya sampai menggantinya 4x sehari ,pun ASI nya saya sengaja konsumsi air putih yang banyak agar asi juga semakin banyak .

Untuk batuk ,pilek dan muntah-muntah sendiri dokter bilang gejala tersebut bukan termasuk penyakit toppasei hasshin .

Bintik merah muncul setelah demam

Setelah 4 hari ,demam berangsur-angsur turun di 38°C ,37,6°C ,dan sampai di 36,4°C ,setelah turun perasaan agak tenang namun namanya juga habis demam sampai 4 hari perasaan lemas dan lesu pasti masih dirasakan ,apalagi anak yang masih berusia 10 bulan .

Baca Juga : Pengalaman bekerja di Jepang

Pagi itu anak saya tampak pucat namun masih saja senyumnya melebar di wajahnya ,setelah saya berniat memandikan ada muncul kemerahan di bagian bawah pusar dan dada ,dipunggung hanya sedikit saja .

Bintik merah muncul setelah demam
Doc pribadi

Kata dokter itu reaksi tubuh setelah selama 4 hari tubuh mengalami demam ,beberapa hal pertanyaan saya kepada dokter ,

  • Apa yang harus saya lakukan ?
  • Apakah ada obat oles agar bintik kemerahan nya hilang ?
  • Berapa lama bintik kemerahan nya akan hilang ?
  • Apakah boleh mandi ?

Nah dari pertanyaan di atas ,dokter mengatakan tidak perlu panik bintik kemerahan tersebut tidak membuat gatal di tubuh ,dan obat oles pun tidak diperlukan ,bintik kemerahan akan hilang selama 2-3 hari ,dan mandi diperbolehkan ,meskipun pada akhirnya saya tetap saja mengurungkan niat untuk memandikan si kecil .

Dan benar saja ,tidak ada gerakan menggaruk ,rewel atau menangis yang berarti bintik kemerahan yang muncul memang tidak membuat gatal tubuh si kecil ,dan setelah 2 hari akhirnya hilang tidak berbekas meski hari ke 5 pagi suhu tubuh nya kembali meningkat di 37,2°C ,pada sore dan malam hari nya suhu tubuh kembali normal dan si kecil pun kembali sehat seperti sedia kala .

Alhamdulilah ..

Leave a Reply

Your email address will not be published.